Diary “Untuk Apa”

by Maudy Ayunda, May 26, 2015

Di single tebarunya“Untuk Apa”, Maudy Ayunda menjadikan Sumba Timur sebagai saksi dalam proses penterjemahan musik dan lirik ke dalam bentuk visual yang dramatis namun mengiris.

Menurut Momod (panggilan akrab untuk Maudy), pesan dari lagu “Untuk Apa” ini sendiri adalah untuk berani bertanya tentang arah dan ketulusan dari sebuah hubungan. “Untuk reflect on it dan akhirnya berani berdiri sendiri. Karena ketulusan cinta itu penting bgt” jelasnya saat menginterpretasikan makna lagu yang diciptakan oleh Bemby Noor ini. Singkat kata, yang memberikan jawaban adalah keberanian. Dibutuhkan satu nyali, untuk menentukan arah dalam melanjutkan hidup. Alias move on. Dan salah satu cara move on yang jitu adalah dengan melakukan perjalanan ke suatu tempat yang keindahannya menyaingi segala bentuk luka. Inilah tema besar dari klip “Untuk Apa”, move on dari patah hati dengan melakukan traveling ke tempat yang indah.

Ada yang sedang patah hati? Mari kita melakukan sebuah trip yang menawan menuju Sumba Timur, NTT.

Ini dia “diary” dibalik pembuatan video klip “Untuk Apa”.

Hari #1

Tanggal 9 April 2015 lalu, tepat pukul 5.00 WIB, tim yang terdiri dari Maudy Ayunda, Amanda, Putu (TrinityOptima), Indri (Trinity Optima), Philipe (make up artist), dan Yeyen (hair do) sudah berkumpul di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta untuk bertolak ke Denpasar, dan melanjutkan perjalanan ke kota tujuan yaitu Waingapu, P. Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kira – kira pukul 11.00 WIT sampailah kita di Umbu Mehang Kunda bandara Waingapu, dimana cuacanya sangat terik menyengat kulit. Dari bandara kami langsung menuju hotel dan bertemu dengan tim lain yang sudah lebih dahulu berada di Waingapu, yaitu Davy Linggar (sutradara), Chitra Subiyakto (penata busana), David Salim (dokumentasi/ behind the scene).

Selesai makan siang, dan make up, jam 13.00 WIT tepat, kita segera menuju ke lokasi pertama. Langit biru cerah dengan gulungan awan putih, berpadu indah dengan hamparan bukit – bukit hijau yang menjulang menyambut kami saat memasuki kawasan mata air dan pemandian Mbatakapidu. Turun dari mobil, jalan kaki sebentar menyusuri jalan setapak yang terjal, tak lama sampailah kami di tempat yang cukup teduh karena di sini pepohonannya cukup rindang, bunyi gemericik air sungai kecil yang jernih membuat suasana makin sejuk. Scene pertama, Maudy dengan atasan atasan warna hijau, dengan detail tenun ikat di bagian belakang, duduk di atas batang pohon panjang, dengan background rumah beratap daun. Davi pun memberi komando untuk memutar musik, dan Maudy mulai melakukan lip sync sesuai lagu beberapa kali.

_DSC8753

Scene berikutnya, masih di Mbatakapaidu. Tak jauh dari sungai pertama, kita menemukan tebing batu tinggi menjulang, ternyata ada satu sungai lagi disana, sungai yang lebih lebar dan dalam dengan bongkahan bebatuan yang lebih besar. Airnya sangat jernih, gemericik aliran air, dan matahari yang masih dominan, menggoda kita untuk menceburkan diri, dan bermain air di sini. Namun, kita tak bisa berlama – lama di sana, waktu sangat sempit, kita masih diburu waktu untuk mengejar sunset.

_DSC8893

Lokasi terakhir di hari pertama adalah, Pantai Walakiri. Kira-kira setangah jam dari Waingapu sampailah kita di lokasi yang sangat sempurna untuk menangkap sunset. Pantainya yang landai dan tenang, hamparan pasir putih yang luas, dan pohon bakau yang cantik, membuat suasana menjadi sangat romantis. Menuju senja, langit seolah – olah memamerkan segala pesonanya. Langit biru, perlahan – lahan memerah mengikuti tenggelamnya sang surya. Indah bangeett !! Di sini, Maudy pun merelakan untuk melepas foto – foto kenangannya. _DSC8999

 

Hari #2

“Besok stanby jam 04.00 pagi, yaa biar ngga telat sunrise..” kata mba Citra menutup hari. Karena fisik mulai lelah, sampai di hotel kita pun langsung tidur untuk bersiap bangun di dini hari. Langit masih gelap saat kita sampai di Bukit Wairinding. Matahari masih malas, membuat angin sangat dingin menusuk tulang. Turun dari mobil kita sedikit mendaki menuju ke bukit yang sudah ditentukan. Lumayan ngos – ngos sih, tapi begitu sampai di atas, semua terbayar. Indaaahnyaaa….. :’) Pemandangan lembah hijau sejauh mata memandang, bunyi gong musik lokal dari kejauhan, udara yang segar,  dan warna langit saat sunrise, heaven on earth. Di satu adegan, Maudy harus turun bukit dan berjalan sendirian sangat sangat jauh untuk kepentingan gambar. Kita pun memberi dukungan dengan support teriakan semangat “teruss mod.. masihh.. lagi- lagi..” dari jauh. Matahari mulai meninggi, bukit hijau makin cerah dan indah, anak – anak kecil dari penduduk lokal mulai mendekat dan bercengkrama melihat proses suting. Kita pun berkemas untuk bersiap menuju lokasi terakhir.

_DSC9168

Lokasi terakhir, berbeda dengan lokasi sebelumnya. Di sini bukan lagi menawarkan keindahan alam, melainkan keindahan karya buatan penduduk lokal Waingapu. Kain tenun ikat. Lembaran kain ikat bewarna merah bata, kuning, biru cerah sedang dijemur di halaman rumah penduduk. Sebelum suting dimulai, kita malah asik nawar dan belanja kain tenun ikat ini, saat dijelaskan prosesnya, ngga aneh yah kalo harganya mahal. Wajar. Butuh waktu lama dan ketekunan tinggi, untuk menyelesaikan satu lembar kain. Gambar – gambar kain pun memiliki kisah dongeng lokal yang menyenangkan untuk dipelajari.

_DSC9312

Dan akhirnya, selesailah sudah proses shoot video klip “Untuk Apa” di Waingapu, NTT. Jam 10.00 WIT pun kita semua sudah bersiap airport untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan masing – masing. Ada yang ke Jakarta, ke Semarang, sedangkan Maudy menuju ke Jogja untuk melanjutkan produksi TVC.

Gimana, sudah puas berwisata hati di Sumba? Apa itu patah hati.. sudah lupa tuh :)

Ini dia video nya :

Video behind the scene “Untuk Apa”

Video Klip “Untuk Apa”

Ini dia foto behind the scene yang lainnya :

Foto BTS “Untuk Apa”

13 Comments


    • yuniar
      Reply Cancel Reply
    • May 26, 2015

    ??

    • Hanna
      Reply Cancel Reply
    • May 26, 2015

    Kak Maudy your songs soooo.... COOL... Kak ngomong2 kakak udah ada berapa album???

    • Andari Endries
      Reply Cancel Reply
    • May 26, 2015

    Indahnya ♥

  • Woah seru banget ceritanya! Sukses banget vc-nya mod, keren! Gak sia sia jalan jauh banget pas di bukit wairinding ???

    • sabilla
      Reply Cancel Reply
    • June 2, 2015

    Keren banget ka, jadi pengen kesanaa Oh iya lagunya enak banget didenger ka ?

  • Kak maudy ngomong2 udah berapa album nih

  • Wah...targat objek lukisan ku nech... Sukses ya... Momod

  • lagunya syahdu banget dear, ...

  • Lagunya adem banget

    • Reply Cancel Reply
    • July 5, 2015

    Ayuuuun,, suka bgt lagu ini. Bikin guitar tutorilnya doong ayun, biar bisa nyanyiin lagu ini smbil main gitar. Awesome. Ditunggu ya ayuun

    • Aliyya Neno
      Reply Cancel Reply
    • July 16, 2015

    Udh 2 hehe sorry bantu jawab

  • cuma kaka satu satunya perempuan indo yg smart dan multi tallent :) luv u momod :)

    • ameliabust
      Reply Cancel Reply
    • July 25, 2015

    Kak mod semoga aku kepilih di secretdate breng kakak huuu mau bet :((

Leave a Reply